Formasi Sepak Bola

Formasi ini juga menempatkan gelandang kiri dan gelandang kanan dibagian tengah lapangan. Selanjutnya bagian depan formasi terdapat dua pemain penyerang kiri luar dan dua pemain penyerang kanan luar. Pola Penyerangan dan Pertahanan Dalam Permainan Sepak Bola – Dalam sebuah permainan sepak bola terdapat teknik dasar yang harus dikuasai.

Selanjutnya terdapat pola pertahanan dalam permainan sepak bola berupa zone marking. Pola pertahanan area merupakan pola pertahanan sepak bola yang dilakukan dengan cara membuat sebuah formasi didalam area sendiri.

Saat bertahan, gelandang serang dapat memberikan pressing kepada gelandang bertahan lawan sehingga lawan akan sulit untuk membangun serangan. Formasi (sistem) dalam permainan sepakbola yang ditetapkan pada peratuaran sepakbola adalah cara penempatan, ruang gerak serta pembagian tugas dari setiap pemain dengan posisi yang di tempatinya. Hal tersebut berlaku baik pada saat melakukan penyerangan maupun pada waktu melaksanakan pertahanan. Dengan sistem ini, setiap pemain telah mengetahui tugas utamanya, daerah atau ruang gerak masing-masing, memahami apa yang harus dilakukan pada saat menyerang atau bertahan dan kemana harus bergerak.

Setiap pemain memiliki posisinya sendiri di lapangan, mulai dari bek, gelandang hingga striker. Maka dari hal tersebut, dibutuhkan formasi sepakbola yang sesuai dengan tim.

Formasi 4 – 4 – 2 cenderung berkonsentrasi untuk memperkuat sistem pertahanan. Dukungan empat gelandang di lapangan tengah membuat pertahanan tim semakin solid ketika tim dalam keadaan tertekan. Pemain bek tengah merupakan pemain serbabisa, tetapi harus cukup besar untuk beradu kop dan otot dengan pemain lawan. Pemain bek tengah harus memiliki kecerdasan sepak bola tinggi, tahu kapan saatnya untuk maju dan menyerang. Mereka juga perlu memahami kapan waktunya meningkatkan atau mengurangi kecepatan permainan.

kedua pemain ini harus memiliki kreatifitas yang tinggi dalam bermain masa bertahan dan menyerang. Counterpressing adalah kondisi saat bola lepas dr penguasaan, pemain akan melakukan pressing secara unit. Tujuan pressing tidak hanya untuk merebut bola namun agar lawan melakukan kesalahan dengan mempersempit area bermain. Blok menjadi tinggi (high press) & jarak antar lini menjadi rapat. Setiap taktik akan menimbulkan resiko, dalam hal ini akan banyak ruang di belakang bek yang bisa dimanfaatkan lawan dengan serangan balik menggunakan striker yang punya kecepatan.

Biasanya, seorang target man yang dipilih harus bertipikal pekerja keras, lincah, dan memiliki kecepatan yang tinggi untuk mengejar umpan dan berduel dengan bek – bek lawan. Formasi ini cocok digunakan saat tim lawan bermain dengan umpan-umpan langsung ke jantung pertahanan lawan. Dua bek tengah plus satu gelandang bertahan tentu akan membuat formasi ini akan sulit ditembus. Satu lagi, formasi ini cocok digunakan saat melawan tim yang tumpuan penyerangannya ada di gelandang bertahan.

Dengan formasi, maka pola penyerangan dan pertahanan akan terkoordinir dengan rapi dan kerja sama akan jauh lebih terarah. Setiap formasi mempunyai ciri-ciri dan menuntut kualitas atau tingkat kemampuan pemain yang berbeda-beda. Bahkan setiap posisi pemain dalam sistem tertentu memerlukan kualitas pemain yang tidak sama. kedua pemain ini wajib memiliki kreativitas yang tinggi dalam bermain saat bertahan dan menyerang. gol akan tercipta jika para gelandang bisa memberikan ruangan umpan yang baik ke pada striker atau winger dengan melakukan terobosan atau long pas.

Jawabannya adalah sama melakukan counterpressing namun yang membedakan jarak antar lini (striker, midfielder, bek). Karena Mou berpikiran bertahan, jarak antar lini tengah dan bek jauh. Inilah yang membuat taktik selalu dinamis karena tidak ada satu tim manapun yang mampu menguasai seluruh ruang dalam lapangan sepakbola. Bermain dengan sebelas orang pada satu tim merupakan hal yang sulit. Mengingat fakta bahwa setiap pemain berhak atas pendapatnya dan gaya permainan yang berbeda.

Pola pertahanan in menggunakan prinsip penunjang agar dapat mempertahankan area sendiri. Formasi 4-2-4Selanjutnya terdapat pola penyerangan dalam permainan sepak bola dengan formasi 4-2-4. Formasi pola penyerangan sepak bola ini terdiri dari 4 pemain bek, 2 pemain gelandang dan 4 pemain penyerang. Dibagian belakang formasi terdapat satu pemain yang bertugas sebagai bek kanan, dua pemain yang bertugas sebagai poros halang dan satu pemain yang bertugas sebagai bek kiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *